TASIKMALAYA | Lintaspasundan-news – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tasikmalaya menggelar kegiatan Penyusunan Rancangan Akhir Dokumen Rencana Penanggulangan Bencana (RPB) Kabupaten Tasikmalaya Tahun 2026-2030 di Hotel Dewi Asri, Singaparna, Selasa (1/9/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Jawa Barat atau yang mewakili, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Tasikmalaya, para perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya, tim penyusun atau konsultan RPB Kabupaten Tasikmalaya, serta seluruh peserta undangan.
Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan (BPBD) Kabupaten Tasikmalaya, Abdul Azis Riswandi, menyampaikan bahwa penyusunan rancangan akhir dokumen RPB merupakan tahapan penting dalam menyempurnakan perencanaan penanggulangan bencana di Kabupaten Tasikmalaya.
Menurutnya, forum tersebut bukan hanya menjadi kegiatan pemaparan dokumen, melainkan ruang untuk melakukan verifikasi, validasi dan penyempurnaan berdasarkan masukan dari seluruh perangkat daerah dan pemangku kepentingan.
Masukan yang disampaikan diharapkan dapat memperkuat substansi dokumen, mulai dari prioritas risiko bencana, strategi dan kebijakan penanggulangan bencana, program kegiatan, indikator kinerja, target, kebutuhan sumber daya hingga pembagian peran dan tanggung jawab lintas sektor.
RPB Bukan Hanya Milik BPBD
Di tempat yang sama, Ketua Tim Penyusun RPB Kabupaten Tasikmalaya, Gerry Andri Kharismara, ST., M.T., menjelaskan bahwa kegiatan diskusi publik tersebut berkaitan dengan penyempurnaan draft rancangan akhir Dokumen Rencana Penanggulangan Bencana (RPB).
Menurut Gerry, dokumen RPB merupakan turunan dari Kajian Risiko Bencana (KRB) yang telah disusun sebelumnya. Keberadaan dokumen tersebut memiliki fungsi penting dalam mengarahkan pembangunan daerah agar berbasis pada upaya pengurangan risiko bencana.
“Tujuan akhirnya adalah bagaimana pembangunan yang dilaksanakan dapat berkelanjutan dengan memperhatikan aspek pengurangan risiko bencana,”ujarnya.
Ia menegaskan, RPB bukan merupakan dokumen milik BPBD semata, melainkan dokumen milik seluruh daerah yang harus dilaksanakan secara komprehensif dan melibatkan seluruh sektor serta aktor pembangunan.
Karena itu, kolaborasi antara aktor pemerintahan dan non-pemerintahan menjadi bagian penting dalam pelaksanaan dokumen tersebut.
Keterlibatan berbagai pihak, termasuk masyarakat, dunia usaha, akademisi hingga media, menjadi bagian dari konsep penanggulangan bencana yang terpadu.
“Di dalam dokumen ini dibahas bagaimana keterlibatan pemerintah dan non-pemerintah, termasuk media. Jadi ini merupakan bentuk rencana penanggulangan bencana yang komprehensif dengan melibatkan seluruh aktor terkait di Kabupaten Tasikmalaya,”jelasnya.
Kabupaten Tasikmalaya Hadapi Sejumlah Ancaman Bencana
Lebih lanjut Gerry mengungkapkan, berdasarkan Kajian Risiko Bencana (KRB) yang telah dilakukan, Kabupaten Tasikmalaya memiliki sejumlah potensi ancaman bencana.
Ancaman tersebut mencakup bencana geologi seperti gempa bumi, tsunami dan likuifaksi. Selain itu terdapat pula ancaman bencana hidrometeorologi yang berkaitan dengan perubahan dan kondisi iklim, seperti banjir, cuaca ekstrem, kekeringan serta jenis ancaman lainnya.
Potensi ancaman tersebut menjadi dasar penting bagi Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya dalam menyusun arah kebijakan dan strategi penanggulangan bencana untuk lima tahun ke depan.
Gerry berharap, setelah dokumen RPB Tahun 2026-2030 ditetapkan, Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya beserta seluruh jajarannya memiliki komitmen kuat untuk mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan dan berbasis pengurangan risiko bencana.
Sementara itu, penyusunan dokumen RPB dilakukan melalui pendekatan partisipatif dan lintas sektor. Seluruh masukan yang diperoleh dalam diskusi publik akan menjadi bahan penyempurnaan sebelum dokumen memasuki tahap finalisasi dan penetapan.
Dengan adanya Dokumen Rencana Penanggulangan Bencana (RPB) Kabupaten Tasikmalaya Tahun 2026-2030, diharapkan penanggulangan bencana tidak hanya dilakukan saat terjadi keadaan darurat, tetapi menjadi bagian integral dalam perencanaan pembangunan daerah demi mewujudkan Kabupaten Tasikmalaya yang lebih tangguh terhadap bencana.
*Har



