Tasikmalaya, Lintaspasundan-news – Program Revitalisasi Satuan Pendidikan di SMP Negeri 1 Bojongasih, Kabupaten Tasikmalaya, terus berjalan dengan lancar dan sesuai dengan petunjuk teknis (juknis) yang telah ditetapkan pemerintah. Seluruh proses pembangunan dipastikan menggunakan material dan peralatan yang sesuai spesifikasi demi menghasilkan bangunan berkualitas. Rabu 8/7/2026
Ketua Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP) SMPN 1 Bojongasih, Susan Kostana, mengatakan bahwa pihaknya berkomitmen menjalankan amanah pemerintah dengan penuh tanggung jawab, mulai dari pemilihan bahan hingga pelaksanaan pekerjaan di lapangan.
“Alhamdulillah proses revitalisasi berjalan dengan lancar sesuai juknis. Semua bahan dan peralatan yang digunakan sesuai spesifikasi karena itu merupakan tanggung jawab kami selaku P2SP. Kami ingin menghasilkan bangunan yang benar-benar berkualitas,” ujarnya.
Susan mengungkapkan, bantuan revitalisasi yang diterima pada tahun 2026 menjadi momentum bersejarah bagi SMPN 1 Bojongasih. Pasalnya, selama kurang lebih 17 tahun sekolah tersebut belum pernah memperoleh bantuan pembangunan dalam skala besar.

“Alhamdulillah, setelah sekian lama akhirnya sekolah kami mendapatkan bantuan pemerintah. Kami bersyukur mendapat amanah untuk melaksanakan program ini dengan sebaik-baiknya,” katanya.
Program revitalisasi tersebut memperoleh alokasi anggaran sebesar Rp2.095.387.000 yang bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2026 melalui Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Direktorat Sekolah Menengah Pertama, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
Dalam proses pengerjaan, Susan menegaskan bahwa seluruh bagian bangunan yang mengalami kerusakan diperbaiki secara menyeluruh. Dinding yang retak, misalnya, terlebih dahulu dikupas hingga benar-benar siap diperbaiki, sehingga hasil pekerjaan tidak sekadar menutupi kerusakan.
“Kami tidak ingin pekerjaan dilakukan asal-asalan. Semua bagian yang rusak diperbaiki sesuai prosedur agar kualitas bangunan benar-benar baik. Kami berharap sekolah ini menjadi salah satu ikon pendidikan di Kecamatan Bojongasih,” jelasnya.
Meski demikian, ia mengakui masih terdapat sejumlah kebutuhan sarana dan prasarana yang belum terpenuhi. Dari total sembilan ruang kelas, baru sebagian yang mendapatkan revitalisasi, sementara ruang lainnya masih memerlukan perbaikan, termasuk kebutuhan meubelair, dinding, hingga atap bangunan.
“Kami berharap setelah program ini selesai dengan sukses, ke depan SMPN 1 Bojongasih kembali mendapatkan bantuan lanjutan agar seluruh ruang kelas dapat diperbaiki dan fasilitas sekolah semakin lengkap,” harap Susan.
Menurutnya, peningkatan kualitas sarana dan prasarana pendidikan akan berdampak langsung terhadap kenyamanan proses belajar mengajar. Dengan lingkungan sekolah yang lebih representatif, diharapkan semangat belajar siswa semakin meningkat.
“Dengan bangunan yang lebih baik dan fasilitas yang lebih nyaman, mudah-mudahan kualitas pembelajaran juga ikut meningkat. Sarana yang baik akan mendukung lahirnya generasi yang lebih berkualitas,” pungkasnya.
*Aris



