Oleh wahid MA
Editor Lintaspasundannews.com
Tasikmalaya sabtu 27 juni 2026
Panitia mengangkat tema “Menyambut Muharam dengan Sepenuh Hati, Saatnya Introspeksi Diri Agar Menjadi Insan yang Lebih Baik Lagi.” Tema tersebut tidak berhenti sebagai slogan di atas spanduk. Sepanjang pelaksanaan istigasah, para jemaah diajak merenungkan perjalanan hidup selama setahun terakhir. Mereka diajak mengevaluasi hubungan dengan Allah SWT, hubungan dengan sesama manusia, serta tanggung jawab sosial yang diemban dalam kehidupan sehari-hari.
Ustadz Ace Badrudin, selaku Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kecamatan Sukaratu Kabupaten Tasikmalaya sekaligus perwakilan panitia kegiatan, menegaskan bahwa hijrah harus tercermin dalam tindakan sehari-hari.
“Makna menyambut Muharam tidak cukup hanya diucapkan atau dirasakan dalam hati saja. Hijrah yang sesungguhnya harus terwujud dalam perbaikan perilaku, peningkatan kualitas ibadah, serta tumbuhnya kepedulian sosial terhadap lingkungan sekitar. Semua itu harus dibuktikan lewat sikap nyata,” ujarnya.
BacajugaTime Kepala sekolah SMP Negeri 2 cibiuk Garut Bersinergi Bersama Awak Media jalin Kemitraan.
Karena itu, lanjut Ustadz Ace Badrudin, Muharam dipandang sebagai momentum yang tepat untuk berhijrah menuju kehidupan yang lebih baik, lebih berkah, dan bermanfaat bagi orang lain.
Cipanas Galunggung selama ini dikenal sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Kabupaten Tasikmalaya. Namun, pada momentum Muharam tahun ini, kawasan tersebut menghadirkan wajah lain yang tak kalah bermakna: menjadi ruang spiritual yang menyatukan masyarakat dari berbagai lapisan.
Udara pegunungan yang sejuk, lantunan doa yang terus menggema, serta ribuan jemaah yang mengikuti rangkaian acara dengan khusyuk menciptakan suasana yang sulit dilupakan. Di tengah hamparan tikar yang memenuhi lokasi kegiatan, tidak tampak perbedaan status sosial maupun jabatan. Semua hadir dengan tujuan yang sama, yaitu memohon keberkahan, keselamatan, dan ampunan kepada Allah SWT.
Ustadz Ace Badrudin menambahkan, momen ini menyimpan pesan penting bagi seluruh warga. “Kekuatan dan kemajuan masyarakat tidak hanya lahir dari pembangunan fisik semata, tetapi sangat bergantung pada kemampuan kita menjaga nilai-nilai spiritual, mempererat persaudaraan, serta memelihara rasa kebersamaan yang tulus,” tegasnya.
Muharam, Harapan Baru dari Kaki Galunggung
Ketika matahari mulai bergerak ke arah barat, ribuan jemaah perlahan meninggalkan lokasi kegiatan. Namun, suasana khidmat masih terasa menyelimuti kawasan Cipanas Galunggung.
Bagi sebagian orang, Muharam mungkin hanya dianggap sebagai pergantian angka dalam kalender Hijriah. Akan tetapi, bagi ribuan warga Sukaratu yang hadir pada hari itu, Muharam adalah kesempatan untuk memulai kembali, memperbaiki diri, dan menata langkah menuju kehidupan yang lebih bermakna.
Di kaki Gunung Galunggung, ribuan tangan yang terangkat dalam doa seolah menyampaikan satu pesan yang sama: perubahan besar selalu dimulai dari hati yang bersedia untuk berhijrah.



