Minggu, Juni 21, 2026
BerandaBerandaDi Bawah Cahaya Malam Tahun Baru Islam: Nanggerang Merajut Persaudaraan Lewat Nasi...

Di Bawah Cahaya Malam Tahun Baru Islam: Nanggerang Merajut Persaudaraan Lewat Nasi Liwet

Oleh: Wahid MA
Editor: lintaspasundannews.com
Tasikmalaya, 17 Juni 2026 — Di bawah remang cahaya lampu yang membelah keheningan malam, suasana khidmat berpadu kehangatan menyelimuti wilayah Kedusunan Nanggerang, Desa Salawu, Kecamatan Salawu,

Kabupaten Tasikmalaya. Momen berharga ini berlangsung pada malam Rabu, bertepatan dengan peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriyah. Berpusat di lingkungan Masjid DKM Al‑Mukarromah, rangkaian kegiatan berlangsung sejak selesai salat Maghrib hingga larut malam. Sebelumnya, pada malam Selasa, telah dilaksanakan pawai obor yang menjadi awal perayaan. Seluruh rangkaian ini menjadi bukti nyata: pergantian tahun tidak sekadar dimaknai sebagai perubahan angka penanggalan, melainkan sebagai titik tolak perbaikan diri sekaligus penguatan ikatan persaudaraan antarwarga.

Kegiatan terselenggara secara tertib dan terarah di bawah koordinasi langsung Kepala Wilayah Dusun Nanggerang, Muhammad Septi Sopandi. Bersama jajaran panitia, segala kebutuhan telah dipersiapkan dengan matang demi mewujudkan acara yang berkesan dan bermanfaat. Kehadiran para tokoh agama serta pemuka masyarakat semakin menambah wibawa dan makna mendalam bagi pertemuan tersebut. Di antaranya hadir Pimpinan Pondok Pesantren Al‑Manshuriyah, KH. Ridwan Fuad, MA; Ketua Tanfidiyah MWC NU Kecamatan Salawu, M. Taupikulloh, S.Ag; serta Ketua Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Kecamatan Salawu yang juga menjabat Wakil Ketua I Pemuda Pancasila MPC Kabupaten Tasikmalaya, Asep Miftahul Huda, M.Pd.I. Sebagai wadah partisipasi aktif warga, FKDM memegang peran penting dalam memantau, mencegah, serta mengatasi potensi gangguan keamanan, sekaligus menjaga kerukunan hidup bermasyarakat.
Rangkaian acara dibuka dengan nuansa rohani yang mendalam. Segera setelah salat Maghrib, dilaksanakan Istighosah bersama dan pembacaan Yasinan. Di tengah keheningan yang khusyuk, doa dipanjatkan memohon keselamatan, keberkahan, serta kemudahan bagi segenap penghuni lingkungan. Ketika ketenangan telah menyelimuti hati, suasana beralih menjadi lebih hidup menyambut agenda yang paling dinanti: Lomba Masak Liwet se‑Kedusunan Nanggerang. Acara ini pun diiringi alunan musik marawis dari kelompok seni Pondok Pesantren Al‑Manshuriyah.

Antusiasme warga tampak begitu nyata dan menyentuh. Berbagai kelompok berkompetisi bukan hanya dalam hal kelezatan rasa maupun keindahan penyajian hidangan, melainkan juga menguji kekompakan tim serta menghidupkan kembali semangat gotong royong yang telah lama menjadi ciri khas masyarakat setempat. Aroma asap kayu bakar berbaur dengan wangi rempah nasi liwet, memenuhi udara dan seolah menjadi tanda nyata kebersamaan yang kian terjalin erat.

Di tengah riuh rendah semangat itu, suasana makin terasa akrab dan hangat saat Muhammad Iqbal — salah satu keluarga dari lingkungan Pondok Pesantren Al‑Manshuriyah — hadir membagikan bantuan berupa uang sebesar Rp50.000 kepada setiap peserta lomba. Pemberian yang tulus ini disambut tepuk tangan meriah dan senyum lebar, menjadi dorongan semangat yang membuat ikatan kekeluargaan terasa semakin utuh dan berkesan.

BacajugaKeluarga Besar SD Islam Mutiara Sahara Merayakan Kelulusan Dengan Khidmat

Dalam sambutannya, Kepala Dusun Nanggerang, Muhammad Septi Sopandi, menegaskan hakikat terselenggaranya kegiatan tersebut. “Acara ini kami gelar dengan tujuan utama mempererat tali silaturahmi antarwarga Kedusunan Nanggerang. Semakin kita saling mengenal, saling menguatkan, dan saling membantu, semakin kokoh pula rasa persaudaraan yang kita bangun di sini,” ujarnya dengan tegas di hadapan segenap hadirin.

Sementara itu, Ketua Tanfidiyah MWC NU Kecamatan Salawu, M. Taupikulloh, S.Ag, menyampaikan renungan mendalam mengenai makna 1 Muharram. Menurutnya, momen pergantian tahun adalah waktu yang paling tepat untuk berhijrah menuju jalan yang lebih baik — baik dalam tutur kata, sikap, maupun cara berinteraksi dengan sesama. Kegiatan seperti lomba masak liwet ini, tambahnya, merupakan wujud nyata semangat hijrah tersebut: meninggalkan sifat mementingkan diri sendiri menuju kehidupan kebersamaan yang harmonis.

Pandangan senada disampaikan oleh Asep Miftahul Huda, M.Pd.I, yang hadir mewakili FKDM dan Pemuda Pancasila. Di bawah cahaya lampu malam itu, ia mengingatkan bahwa Tahun Baru Islam bukan sekadar soal berubahnya angka pada kalender, melainkan saat yang tepat merenungkan kembali arah hidup. Beliau menguraikan lima prinsip penting sebagai pedoman bersama:
“Pertama, tanamkan terus semangat kebersamaan, karena kekuatan kita sesungguhnya terletak pada persatuan. Kedua, perbaikilah diri dari segala kekurangan di masa lalu. Ketiga, susunlah tujuan hidup yang lebih terarah dan bermanfaat. Keempat, hiduplah dengan penuh rasa syukur, mengingat betapa banyaknya nikmat yang telah Allah berikan. Dan kelima, berusahalah menjadi pribadi yang berguna bagi sesama, sebab manusia paling mulia adalah yang paling besar manfaatnya bagi orang lain.”

Menjelang akhir acara, aroma harum nasi liwet yang matang sempurna menyebar ke segenap penjuru tempat. Suara canda tawa, obrolan santai, hingga semangat saling menyemangati terdengar bersahutan. Tidak ada sekat usia maupun kedudukan; kaum muda dan tua sama‑sama terlibat penuh kebahagiaan. Bagi warga Nanggerang, nasi liwet bukan sekadar hidangan biasa: ia adalah simbol keberagaman yang menyatu. Berbagai bahan dengan rasa yang berbeda, jika disatukan dengan tepat, akan menghasilkan cita rasa yang nikmat dan khas. Sama halnya dengan masyarakat ini — beragam latar belakang, namun bertekad satu hati membangun lingkungan yang lebih baik.

Kegiatan pun ditutup dengan kehangatan yang mendalam, saat seluruh peserta dan tamu undangan duduk melingkar bersama menikmati hasil masakan yang telah dimasak dengan penuh semangat dan kasih sayang. Peringatan 1 Muharram 1448 Hijriyah di Nanggerang tidak sekadar menjadi kenangan indah semata, melainkan meninggalkan janji luhur: terus menjaga persatuan, memperkokoh iman, dan melangkah beriringan menuju kehidupan yang lebih bermakna.

Artikel Lainya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img
spot_img

Baca Juga