Oleh: Wahid MA
Kontributor lintaspasundanne.com
Tasikmalaya, 10 Juni 2026 – Penanggulangan penyakit Tuberkulosis (TBC) perlu dilakukan dengan mendatangi masyarakat langsung agar lebih mudah dijangkau. Untuk itu, UPTD Puskesmas Sukaratu mengadakan pemeriksaan kesehatan berupa skrining penemuan kasus TBC secara dini atau yang disebut ACF SSTB, serta pemeriksaan rontgen dada.
Kegiatan ini dilaksanakan di Kampung Nyalindung, Desa Linggajati, Kecamatan Sukaratu, pada Rabu, 10 Juni 2026. Tujuannya agar kasus TBC dapat ditemukan lebih awal dan segera ditangani.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) serta bentuk pelayanan yang mengutamakan nilai-nilai AKHLAK. Dengan datang langsung ke desa, warga tidak perlu bersusah payah pergi ke puskesmas atau rumah sakit. Tim kesehatan melakukan pencatatan data, menanyakan keluhan yang dirasakan, hingga melakukan rontgen untuk melihat kondisi paru-paru warga.
BacajugaWokshop Literaksi Aksara Sunda
Kepala Puskesmas Sukaratu, Bidan Hj. Ani Sumartini, S.ST., mengatakan bahwa pihaknya terus berusaha memperluas dan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di wilayahnya. Berkat persiapan yang matang, kegiatan ini berjalan lancar dan diikuti oleh warga dari Desa Linggajati maupun Desa Sinagar.
“Kegiatan ini sangat penting agar TBC bisa diketahui sejak dini. Kalau sudah ketemu, pengobatan bisa segera diberikan dan tidak menular ke orang lain. Kami datang ke sini supaya warga tidak kesulitan mendapatkan pemeriksaan. Deteksi dini adalah kunci utama memberantas penyakit ini,” ujarnya.
Ia juga menjelaskan bahwa kegiatan ini dilaksanakan bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Tasikmalaya dan didukung oleh Stop TBC Partnership Indonesia (STPI). STPI adalah lembaga yang berupaya memberantas TBC melalui kerja sama berbagai pihak, mulai dari tingkat daerah hingga nasional. Pemeriksaan seperti ini sangat membantu menemukan kasus TBC yang selama ini mungkin belum diketahui.
Pemeriksaan dipandu oleh tenaga medis yang berpengalaman, yaitu Dokter Senior Dr. Ruth Setyawati, serta Dr. Angga yang secara khusus menangani masalah Tuberkulosis, bersama tim dokter dari Puskesmas Sukaratu. Turut membantu juga dua orang kader TBC dari Desa Sinagar dan Desa Linggajati, kader Posyandu, serta mahasiswa Kuliah Kerja Nyata dari Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi.
Warga menyambut baik kegiatan ini. Salah satunya adalah Hernawati, warga Kampung Sukahurip yang ikut diperiksa. Ia mengaku sangat terbantu. “Kegiatan ini sangat membantu kami, apalagi bagi yang sulit pergi ke tempat pelayanan kesehatan yang jauh. Kami juga mengucapkan terima kasih banyak kepada Ibu Hj. Ani selaku Kepala Puskesmas Sukaratu beserta seluruh tim yang sudah meluangkan waktu datang ke sini,” katanya.
Warga lain juga menambahkan bahwa proses pemeriksaan berjalan tertib dan petugasnya bersikap ramah.
Ke depannya, Puskesmas Sukaratu berencana mengadakan kegiatan serupa secara rutin di daerah-daerah terpencil di Kecamatan Sukaratu. Hal ini diharapkan agar lebih banyak warga yang terlayani dan tercipta masyarakat yang lebih sehat.



