Oleh: Wahid Ma, Jurnalis LintasPasundanNews.com
Tasikmalaya – kamis 4 Juni 2026 *Kepemimpinan dalam pemerintahan tidak selalu diukur dari tingginya jabatan, melainkan dari kualitas pengabdian dan tanggung jawab yang diemban. Hal ini terlihat jelas pada sosok Ade Denis, Operator Desa Sinagar, Kecamatan Sukaratu, Kabupaten Tasikmalaya.
Dari pengamatan yang dilakukan, Ade Denis terlihat selalu hadir lebih awal di kantor desa sebelum jam kerja dimulai, dengan semangat yang tak surut dalam menjalankan tugasnya. Lebih dari sekadar sosok yang memiliki tanggung jawab besar, ia menampilkan antusiasme yang luar biasa dalam setiap aktivitas tugas sehari-hari. Kehadirannya seolah membawa angin segar dan nuansa kebersamaan yang hangat di lingkungan kantor. Para rekan kerja di lingkungan perangkat desa bahkan mengaku merasa lebih gembira dan bersemangat begitu melihat Ade Denis sudah berada di tempat tugas.
Hal ini tidak terlepas dari sifat aslinya yang humanis sekaligus humoris. Setiap percakapan dan interaksinya selalu disertai dengan senyum tulus dan candaan yang membangun, sehingga mampu menciptakan suasana kerja yang akrab dan menyenangkan. Berkat sikapnya tersebut, beban pekerjaan yang kadang terasa berat menjadi lebih ringan, dan suasana kantor terasa jauh dari kesan kaku atau menjemukan. Ia mampu menyatukan semangat tim, membuat setiap orang merasa dihargai, dan mengubah rutinitas kerja menjadi lebih bermakna.
Tanggapan positif pun datang langsung dari Sekretaris Desa Sinagar, Jejen Jenal Arifin. Dalam keterangannya, ia menegaskan bahwa Ade Denis layak dijadikan teladan. “Menurut pandangan saya, Ade Denis adalah sosok pelopor generasi muda yang patut ditiru oleh rekan-rekan sebayanya maupun aparatur desa lainnya,” ujar Jejen. Ia menambahkan bahwa sikap ramah, manusiawi, dan suka bercanda yang dimiliki Ade Denis bukanlah sekadar sifat biasa, melainkan tercermin nyata dalam kesehariannya bekerja di kantor desa. “Caranya berinteraksi, cara menyikapi pekerjaan, hingga cara melayani orang lain—semua itu terlihat alami dan menjadi bagian dari dirinya sehari-hari,” jelasnya.
Bacajuga:SEKILAS MENGENAL TRIBUANA MAJAPAHIT
Lebih lanjut, Jejen Jenal Arifin juga menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada seluruh elemen pemerintahan Desa Sinagar. Ia menegaskan bahwa keberhasilan pelayanan tidak dapat dilepaskan dari kerja sama seluruh pihak yang telah berkiprah menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya. “Saya ingin menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh perangkat Desa Sinagar yang telah bekerja secara objektif, profesional, dan senantiasa memberikan pelayanan yang humanis bagi masyarakat. Apresiasi ini saya tujukan kepada semua pihak yang terlibat, mulai dari Ketua Rukun Tetangga, Kepala Urusan, Kepala Seksi Kesejahteraan Rakyat, hingga seluruh jajaran yang turut mengemban amanah di desa ini,” tegasnya. Menurutnya, semangat kebersamaan seperti inilah yang menjadi modal utama dalam mewujudkan pemerintahan desa yang dekat dan bermanfaat bagi warganya.
Perlu disampaikan bahwa secara kesejahteraan, penghasilan yang diterima operator desa tergolong jauh lebih kecil dibandingkan perangkat desa yang memiliki legitimasi Nomor Induk Perangkat Desa (NIPD). Padahal, beban kerja yang dipikulnya sangatlah berat dan beragam, bahkan seringkali harus diselesaikan di luar jam kerja resmi. Namun hal itu tidak menyurutkan semangat Ade Denis untuk selalu siap melayani dan bertugas sebaik mungkin.
Sebagai operator desa, ia memiliki tanggung jawab inti yang mencakup pemutakhiran data kependudukan, penyusunan laporan kelahiran, kematian, serta perpindahan penduduk. Selain itu, ia juga bertugas mengelola data bantuan sosial dari pemerintah, mulai dari pengunggahan, pengiriman data warga kurang mampu, hingga penyusunan laporan hasil pencatatan secara menyeluruh. Tugas tersebut semakin kompleks karena ia harus mengelola sekaligus tiga aplikasi resmi pemerintahan yang menjadi tanggung jawab khusus operator desa.
Penilaian ini disampaikan secara objektif, oleh salah satu warga desa sinagar yg juga sebagi aktivis pemerhati kinerja pemerintahan dan berprofesi jurnalistik
mengingat masih banyak ditemukan aparatur desa yang kurang disiplin dalam kehadiran maupun pelayanan kepada masyarakat. Oleh karena itu, sosok Ade Denis diharapkan dapat menjadi teladan dan motivasi bagi seluruh perangkat desa di Kabupaten Tasikmalaya. Ia membuktikan bahwa setiap posisi memiliki peran penting, dan pengabdian yang tulus akan selalu memberikan dampak positif, baik bagi masyarakat maupun rekan sekerja.
Di sisi lain, kondisi ini kiranya menjadi perhatian serius bagi Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya. Mengingat beban kerja yang sangat besar dan tanggung jawab yang diemban, serta dedikasi yang ditunjukkan, perlu ada upaya penyelarasan kesejahteraan agar kesenjangan penghasilan antara perangkat desa dan operator dapat diperhatikan secara adil dan layak.
Berita ini disusun sebagai bahan edukasi, agar semakin banyak aparatur desa yang tergerak meningkatkan kinerja dan membangun suasana kerja yang harmonis,menurut sang pemerhati sekaligus menjadi masukan agar pengabdian di tingkat desa mendapatkan apresiasi yang setimpal.



