Ciri Sunda/ Kabupaten Tasikmalaya Lintaspasundannews
“Adam Rosul Allah, para malaikat, para waliyullah, para sahabat Nabi, para leluhur Eyang Prabu Siliwangi, ibu nu ngadung, bapa nu ngayuga, para leluhur.”
Berikut uraian maknanya:
1.Adam Rosul Allah: Menyebut Nabi Adam a.s. sebagai nabi dan rasul Allah yang pertama, sekaligus nenek moyang seluruh umat manusia. Ini adalah pangkal dari silsilah manusia.
2. Para malaikat: Menghormati makhluk ciptaan Allah yang selalu taat dan menjalankan perintah-Nya.
3. Para waliyullah: Orang-orang yang dicintai Allah, orang saleh, dan ahli ibadah yang menjadi teladan dalam agama.
4. Para sahabat Nabi: Sahabat Nabi Muhammad SAW yang berjuang bersama beliau, menyebarkan agama Islam, dan menjadi pewaris ajaran beliau.
5. Para leluhur Eyang Prabu Siliwangi: Prabu Siliwangi adalah raja legendaris Kerajaan Pajajaran, tokoh paling dihormati dalam sejarah dan budaya Sunda. Ia dianggap sebagai lambang kebesaran, keberanian, dan pelindung tanah Pasundan.
– Menyebut namanya berarti menghormati jasa-jasa leluhur yang menjaga tanah air, budaya, dan agama di wilayah ini.
6. Ibu nu ngadung, Bapa nu ngayuga:
– Ini adalah ungkapan bahasa Sunda yang sangat dalam maknanya.
– “Ibu nu ngadung”: Ibu yang mengandung, melahirkan, dan membesarkan kita.
– “Bapa nu ngayuga”: Bapak yang berjuang, berusaha, bekerja keras, dan membimbing kehidupan anak-anaknya.
– Intinya: Penghormatan tertinggi kepada orang tua sebagai sumber kehidupan dan pendidikan kita.
7. Para leluhur: Penutup yang merangkul semua nenek moyang kita yang telah mendahului, yang jasanya menjaga keturunan, tanah, dan ajaran agama agar sampai ke kita sekarang.
Inti dari Ungkapan Ini
Kalimat ini adalah bentuk doa, penghormatan, dan pengakuan asal-usul. Isinya menggabungkan dua hal yang penting bagi masyarakat Sunda:
1. Landasan Agama: Mengakui Allah, Rasul, Malaikat, Wali, dan Sahabat sebagai pedoman hidup.
2. Penghormatan Budaya: Mengingat dan menghormati jasa orang tua serta leluhur (termasuk Prabu Siliwangi) yang telah menjaga tanah dan keturunan ini.
Nilai utamanya adalah: Beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, serta berbakti kepada orang tua dan leluhur.
Biasanya kalimat seperti ini diucapkan dalam doa, saat ziarah, atau dalam acara adat sebagai tanda rasa syukur dan doa keselamatan untuk semua pihak yang telah berjasa.



