Banung– lintaspasundannews. Silsilah Tribhuwana Tunggadewi sampai ke Sultan Agung Mataram merupakan transisi dari Kerajaan Majapahit) menuju Kesultanan Mataram Berikut adalah urutan garis keturunan utamanya yang dilansir dari catatan sejarah dan naskah tradisional Jawa seperti Babad Tanah Jawi:1. Era MajapahitTribhuwana Tunggadewi (Dyah Gitarja): Ratu Majapahit ke-3
(Memerintah 1328–1350). Putri dari pendiri Majapahit, Raden Wijaya, dan Gayatri. Ia menikah dengan Kertawardhana (Cakradhara / Bhre Tumapel).Dyah Hayam Wuruk (Sri Rajasanagara): Putra dari Tribhuwana Tunggadewi dan Kertawardhana. Memerintah Majapahit pada masa kejayaan (1350–1389).Kusumawardhani: Putri dari Hayam Wuruk. Ia menikah dengan sepupunya,
Wikramawardhana.Suhita (Brawijaya I): Putri dari Wikramawardhana dan Kusumawardhani yang kelak naik takhta menjadi Ratu Majapahit.(Garis keturunan trah Majapahit terus bersambung melalui penguasa-penguasa selanjutnya hingga mencapai tokoh Prabu Brawijaya V, raja terakhir Majapahit menurut Babad Tanah Jawi).2. Transisi Menuju
MataramBrawijaya V: Memiliki banyak keturunan yang menjadi tokoh-tokoh awal kerajaan Islam di Jawa.Jaka Tingkir (Hadiwijaya): Putra dari Ki Ageng Pengging (cucu Brawijaya V). Jaka Tingkir mendirikan Kesultanan Pajang.Ki Ageng Pemanahan: Sahabat dan pendukung setia Jaka Tingkir. Ia dianugerahi wilayah Hutan
Bacajuga:MAHKOTA BINOKASIH SIMBOL KEDAULATAN PRABU LINGGABUANA RAJA GALUH
Mentaok (cikal bakal Mataram) oleh Kesultanan Pajang.3. Era Kesultanan MataramPanembahan Senapati (Danang Sutawijaya): Putra dari Ki Ageng Pemanahan. Ia menjadi raja pertama yang mendirikan Kesultanan Mataram Islam.Panembahan Krapyak (Raden Mas Jolang): Putra dari Panembahan Senapati. Ia menggantikan ayahnya memimpin Mataram (1601–1613).Sultan Agung
Hanyokrokusumo: Putra dari Panembahan Krapyak. Ia adalah raja terbesar Mataram yang membawa kerajaan ke puncak kejayaan.Garis keturunan dari ratu Hindu ke raja Islam ini menegaskan legitimasi kekuasaan penguasa Tanah Jawa di masa lalu dan melalui pernikahan dari Mataram ke Sumedang larang hingga melahirkan para bangsawan ke batulayang dan Sukapura.
( Oleh:H.Ahmad Wasri Bandung )



