Kamis, Juni 4, 2026
BerandaBerandaRembuk Stunting: Desa Margalaksana Teguhkan Komitmen Pertahankan Capaian Emas Bebas Stunting ...

Rembuk Stunting: Desa Margalaksana Teguhkan Komitmen Pertahankan Capaian Emas Bebas Stunting  

Oleh: Wahid MA

Koresponden lintaspasundannews.com TASIKMALAYA, 21 Mei 2026 – Pemerintah Desa Margalaksana, yang berada di wilayah Kecamatan Salawu, Kabupaten Tasikmalaya, kembali mengukuhkan tekadnya untuk menjaga dan mempertahankan status bebas stunting yang telah berhasil diraih sejak tahun 2023. Hal ini terungkap dalam pertemuan strategis bertajuk evaluasi dan perencanaan penanganan stunting yang digelar pada Kamis (21/5/2026). Kegiatan ini menjadi wadah penting bagi para pemangku kepentingan untuk meninjau kembali pencapaian, menganalisis tantangan yang ada, serta merancang langkah-langkah konkret ke depan.

Pertemuan tersebut berlangsung dalam suasana yang penuh semangat dan kebersamaan, dihadiri langsung oleh unsur pimpinan dari Pemerintah Kecamatan Salawu, tenaga kesehatan dari Puskesmas setempat, para kader pembangunan dan kesehatan desa, serta perwakilan dari berbagai lembaga kemasyarakatan dan unsur terkait lainnya. Agenda utama yang dibahas tidak hanya terbatas pada evaluasi kinerja periode sebelumnya, tetapi juga penyusunan strategi komprehensif guna memastikan capaian positif yang telah diperoleh tidak mengalami penurunan, sekaligus merancang kerangka kerja yang kokoh untuk pelaksanaan program di tahun 2027 mendatang.

Bacajuga:Pelepasan Siswa SMK AS SHOFA Angkatan 2025–2026 Berjalan Dengan Hidmat

Dalam sambutan dan arahannya, Kepala Desa Margalaksana, Asep Mamun Rahmat, menegaskan bahwa keberhasilan meraih predikat desa bebas stunting bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan titik tolak untuk mempertahankan standar pelayanan dan kesejahteraan masyarakat. Menurutnya, prestasi ini wajib dijaga dengan ketat bahkan ditingkatkan, sehingga Desa Margalaksana dapat menjadi teladan serta referensi positif bagi desa-desa lain di wilayah Kabupaten Tasikmalaya dalam penanganan masalah gizi masyarakat.

Lebih lanjut, Asep Mamun Rahmat mengungkapkan rencana strategis pemerintah desa yang akan segera direalisasikan. Pada bulan Agustus tahun ini, akan digelar musyawarah perencanaan pembangunan desa yang melibatkan seluruh elemen masyarakat. Dalam forum tersebut, penyusunan program kerja untuk tahun anggaran 2027 akan diprioritaskan pada upaya penurunan angka stunting dan peningkatan kualitas gizi masyarakat secara menyeluruh. Hal ini menegaskan bahwa isu kesehatan dan kesejahteraan generasi muda menjadi agenda utama dalam prioritas pembangunan desa. “Perlu kita sadari bersama, penanganan stunting tidak bisa dilihat secara parsial hanya sebagai masalah pemenuhan gizi semata. Persoalan ini memiliki kaitan yang sangat erat dengan aspek sanitasi dan kebersihan lingkungan tempat kita tinggal. Berdasarkan pengamatan dan data yang ada, kondisi sanitasi yang belum memadai menjadi salah satu faktor pemicu utama yang berpotensi memunculkan kembali kasus stunting. Oleh karena itu, penanganannya harus menyeluruh,” ujar Asep Mamun Rahmat di hadapan para peserta rapat.

Ia menambahkan, perhatian utama difokuskan pada pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat yang berhubungan langsung dengan kesehatan lingkungan, antara lain ketersediaan jamban keluarga yang layak, akses terhadap air minum yang aman, ketersediaan air bersih untuk keperluan sehari-hari, serta sistem pengelolaan sampah dan limbah yang tertib dan higienis.

Berdasarkan data perkembangan kesehatan yang dipaparkan dalam pertemuan tersebut, tercatat pada bulan Agustus 2025 terdapat 3 kasus stunting di wilayah Desa Margalaksana, yang kemudian mengalami peningkatan menjadi 4 kasus pada pemantauan bulan Oktober 2025. Meskipun terjadi kenaikan jumlah kasus, angka ini masih berada dalam batas toleransi yang rendah dan di bawah ambang batas kritis. Sementara itu, catatan data juga menyebutkan bahwa hingga saat ini belum ditemukan kasus gizi buruk di desa tersebut. Untuk kategori gizi kurang, tercatat stabil sebanyak 6 kasus pada kedua periode pencatatan tersebut, yang menunjukkan perlunya pemantauan berkelanjutan agar angka tersebut dapat terus ditekan hingga nol kasus.

Dalam kesempatan itu pula, Asep Mamun Rahmat menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh lembaga yang telah bekerja sama, serta para kader kesehatan yang telah mengabdikan waktu dan tenaganya. Berkat kerja keras dan sinergitas seluruh pihak, Desa Margalaksana mampu mencetak sejarah baru dengan melepaskan diri dari masalah stunting pada tahun 2023. Meski demikian, ia juga mengingatkan bahwa perjalanan menjaga prestasi tersebut tidaklah mudah. Sepanjang tahun 2024 hingga 2025, masih tercatat adanya kasus stunting meskipun jumlahnya di bawah angka 5 kasus. Kondisi ini dipengaruhi oleh berbagai kendala, mulai dari keterbatasan alokasi anggaran program, hingga dinamika kondisi sosial dan ekonomi masyarakat yang perlu dipahami dan dicarikan solusinya.

Salah satu program yang dinilai paling efektif dalam membantu menekan angka kasus yang muncul adalah Program Makanan Bergizi Tambahan (MBT). Program ini dianggap mampu memberikan dampak nyata dalam mendukung pemenuhan asupan gizi bagi anak-anak dan ibu hamil, sehingga keberlanjutannya akan terus diperjuangkan.

Di sisi lain, Camat Salawu, H. Wawan M Ridwan, S.IP., M.Si., yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, memberikan apresiasi yang sangat tinggi atas inisiatif dan komitmen kuat yang ditunjukkan oleh Pemerintah Desa Margalaksana. Menurutnya, langkah proaktif menggelar pertemuan evaluasi dan perencanaan ini merupakan wujud nyata tanggung jawab pemerintah desa dalam menjaga kesehatan warganya, dan sejalan dengan visi pembangunan kesehatan masyarakat yang dicanangkan oleh pemerintah daerah.

Bacajuga:Pelepasan Siswa SMK AS SHOFA Angkatan 2025–2026 Berjalan Dengan Hidmat

“Kami sangat mengapresiasi kinerja pemerintah desa dan seluruh jajarannya. Namun, harapan kami, setiap pertemuan, diskusi, dan pembahasan yang dilakukan harus selalu melahirkan keputusan yang nyata, terukur hasilnya, serta memberikan manfaat yang langsung dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat. Jangan sampai rapat hanya menjadi seremonial belaka, melainkan menjadi pemicu langkah nyata di lapangan,” tegas H. Wawan M Ridwan mengakhiri arahannya, seraya berharap Desa Margalaksana senantiasa menjadi desa yang maju, sehat, dan sejahtera

Artikel Lainya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img
spot_img

Baca Juga